Wednesday, July 27, 2011

Siapa peduli?

Ingatkah kamu sepanjang malam itu kita menangis?
Dan semua impian kita yang sudah begitu hampir seolah-olah semuanya sia-sia...
Dan muncul satu lagi sang peri,
mencampak sekotak harapan.
Tertulis atasnya,
"Make a wish, or you'll trapped in your own dreams..."



Maafkan aku sayang. Aku tiada di sisimu.

Aku hanya ingin melihat matamu. Dan bibirmu. Dan pipimu. Dan hidungmu. Dan dahimu. Dan keningmu. Ya, aku demand lebih. Namun, siapa peduli?

Siapa peduli?

Aku ulangi, siapa peduli?

2 comments:

nuwuwuda said...

Tuhan peduli

en.sani said...

ok,tu pedas...