Tuesday, April 17, 2012

Aku menulis supaya kau ingat...

Belum sempat aku hidup, ada orang yang membunuh.

Kata orang, kalau kita sudah mati, maka carilah penghormatan manusia pada tulisan di nisan kita. Lalu penghormatan yang bagaimanakah akan aku dapat jika kubur itu sendiri sudah hilang ditelan puing-puing ribut di tengah padang pasir yang tandus?

Di sini, setelah sekian lama, aku masih berdiri di pintu yang sama dan cuma bisa melihat; yang kamu juga pernah berada di sini.


Jiwa itu sangat rumit untuk berkata gembira dalam kekalutan.

3 comments:

abanglong said...

salam bang

first time singgah...

senyum sorang sorang baca your entries.. haha. keep the good works bro !!

Maya Yakuza said...

ya,harus beringat..kadang2 dunia ini tidak seindah yg kita jangka kan..bersedialah meneruskan hidup yg akan datang ini..

en.sani said...

abanglong: terima kasih

maya yakuza: beringat sebelum kena